Stroke

Pengertian Stroke

Stroke adalah penyebab utama kematian di Indonesia yang disebabkan penyakit non infeksi. Stroke atau cedera serebrovaskuler adalah hilangnya fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak (Smeltzer dan Bare, 2001, hlm.2131). Stroke juga merupakan kelainan fungsi otak yang timbul mendadak yang disebabkan terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja (Muttaqin, 2008,   hlm.234). Penyakit ini menyebabkan kecacatan berupa kelumpuhan anggota gerak, gangguan bicara, proses berfikir sebagai akibat gangguan fungsi otak (Muttaqin, 2008, hlm.234).

            Gejala Stroke

a. Gejala stroke sementara (sembuh dalam beberapa menit/jam):
    – sakit kepala yang muncul tiba-tiba
    – pusing, bingung, .
    – pengurangan ketajaman pada satu atau dua mata,
    – kehilangan keseimbangan (limbung), lemah,
    – rasa kebal atau kesemutan pada sisi tubuh.

               b. Gejala stroke ringan (sembuh dalam beberapa minggu):

       – kelemahan atau kelumpuhan tangan/kaki,

       – tidak jelas dalam berbicara

c. Stroke berat (sembuh atau mengalami perbaikan dalam beberapa bulan atau tahun, tidak bisa sembuh total):
    – koma jangka pendek (kehilangan kesadaran),
    – kelemahan atau kelumpuhan tangan/kaki,
    – bicara tidak jelas atau hilangnya kemampuan bicara, sukar menelan,
    – kehilangan kontrol terhadap pengeluaran air seni dan fases,
    – kehilangan daya ingat atau konsentrasi,

       – terjadi perubahan perilaku

               Secara umum stroke dibagi menjadi dua, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Gejala stroke pun bervariasi dari ringan hingga berat
1) Serangan defisit neurologis atau kelumpuhan total seperti lumpuh badan sebelah baik kanan atau yang kiri saja.
2) Rasa baal atau mati rasa sebelah saja, badan seperti kesemutan atau terbakar.
3) Mulut mencong, Iidah mencong jika dijulurkan sehingga berbicaranya akan pelo, kadang-kadang menjadi sengau dan kata-katanya menjadi tidak dapat dimengerti (afasia).
4) Bicara ngaco.
5) Sulit menelan (disfagia).
6) Tidak dapat mengerti apa yang dibicarakan orang lain.

7) Demensia (pelupa).
8) Vertigo atati perasaan pusing yang berputar (tidak pernab terjadi sebelumnya).
9) Penglihatan terganggu, hanya sebagian lapangan pandang yang jelas, tanpa disertai rasa nyeri. Kadang disertal dengan penglihatan ganda.
10) Tuli satu telinga atau pendengaran berkurang.
11) Kelopak mata sulit dibuka atau terjatuh.
12) Banyak tidur dan selalu mau tidur.
13) Gerakan tidak terkoordinasi, kehilangan keseimbangan, sempoyongan.
14) Gangguan kesadaran, dan pingsan sampai koma.

Sumber

Haryanto, Ghoffar Dwi Agus, Setyawan, Dody, & Kusuma, Muslim Argo Bayu. (2014). Pengaruh Terapi Aiueo Terhadap Kemampuan Bicara Pada Pasien Stroke Yang Mengalami Afasia Motorik Di Rsud Tugurejo Semarang.

Suharti, dkk. (2016). Efektivitas Penggunaan Cermin Terhadap Kemampuan Bicara Pada Pasien Stroke Dengan Afasia Motorik Di Smc Rs Telogorejo.

Mahendra, B. N.H., Eni Rachmawati. (2005). Atasi Stroke dengan Tanaman Obat. Jakarta: Penebar Swadaya

Tinggalkan komentar